Terima kasih banyak karena kamu mau mendengarku. Mungkin juga ini salah satu caramu untuk segera menyelesaikan urusan yang berkaitan denganku. Maaf telah merepotkan, tapi aku tidak mau tempat favoritku diganggu oleh orang baru yang aku anggap sebagai dalang dari perpisahanku denganmu.
Paham maksudku, ‘kan?
Sungguh, aku tidak akan mengganggu hubungan kalian. Aku bahkan mendoakan kalian semoga baik-baik saja dan kamu juga tidak akan mengulang kesalahanmu seperti saat denganku. Aku harap kalian mendapat yang terbaik, meskipun selama ini aku masih tidak terima kalau hubunganku denganmu ternyata tidak berjalan semulus yang aku kira.
Tapi kamu boleh tenang karena aku
tidak akan berbuat nekat. Toh aku tahu kamu sudah tahu aku. Tidak perlu aku
melakukan hal aneh-aneh untuk membuat kamu kembali padaku. Apalagi dengan
munculnya tulisanku sebelum ini, aku yakin kamu sudah mencoret aku dari daftar
orang-orang dekatmu. Atau bahkan sampai hari ini pun kamu masih bersyukur
karena berhasil lepas dari cengkeraman manusia macam aku?
Tidak apa-apa. Lanjutkan saja
hidupmu. Aku baik-baik saja di sini. Kamu tidak usah berbalik dan menemaniku
lagi, karena aku masih bisa sendiri. Jadi kamu bisa pergi dari tempat ini
sebelum aku berubah pikiran untuk menyuruhmu menetap dan duduk di sini lebih
lama untuk mengulang apa saja yang pernah kita lewati
Tolong ya, pergilah secara
baik-baik, sama seperti perpisahan baik-baik yang kamu agung-agungkan kemarin
itu. Ya? Aku mohon. Pergilah.
Aku tidak mau kamu di sini, karena semakin lama kamu ada
di depan mata, merelakanmu itu kian menyulitkan. Paham?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar