April 03, 2022

Maaf, ya

Hei, maaf ya kalau aku “menyentuh” hidup kamu lagi. Karena aku pikir kamu tidak serius menanggapi permintaanku yang katamu tolol ini.

Iya, aku masih ingat bagaimana cara kamu saat menertawakan sesuatu. Kedua matamu pasti melengkungkan bulan sabit, bahkan kadang-kadang aku berkelakar kalau kedua matamu menghilang saat sedang tergelak. Tapi tawamu yang kemarin sama sekali tidak membangkitkan selera humorku, Tuan, karena yang membuatmu tertawa bukanlah sesuatu yang lucu.

Kamu lupa ya kalau aku paling tidak suka seriusku cuma dijadikan candaan?

Berarti tulisan ini untuk mengingatkan kamu sekali lagi kalau dia yang sekarang selalu berada di sampingmu itu harus pergi dari tempat ini. Aku sungguh tidak rela jika dia ikut-ikutan menikmati matahari terbenam dari tempat duduk favoritku. Aku tidak mau dia ikut berkenalan dengan kepiting-kepiting yang selalu malu dan menyaru dengan pasir. Aku tidak mau. Jadi aku mohon, bawa dia pergi dari sini.

Dari awal kamu meletakkan hubungan kita di tengah jalan pun aku sudah tidak rela.

Menemukan kamu sudah memiliki gandengan baru padahal aku sedang terseok-seok membiasakan diri tanpa kamu pun, aku rasanya hampir sekarat. Apalagi kamu malah mengajak dia memasuki dunia “kita”.  Harus sehancur apalagi aku di hadapan kamu?

Sungguh, aku berjanji tidak akan merecoki hubungan kamu. Tapi kamu pun juga harus beranjak dari sini. Biarkan tempat ini menjadi bagian dari masa lalumu, seperti aku. Tidak perlu kamu tengok lagi, karena masih ada aku yang betah berada di sini. Menyatukan keping-keping memori yang seharusnya tidak akan kamu kunjungi lagi.

Kamu sudah bahagia dengan dia, maka tempat ini biarlah menjadi jatah bahagiaku. Tidak perlu ada dia yang bisa saja menodai kenangan-kenangan kita di sini.

Ya?

Kamu paham maksudku, ‘kan?

Kamu tahu kenapa aku egois di sini, ‘kan?

Maaf ya, tapi bisa, ‘kan, kamu ajak dia pergi dari tempat favorit kita?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Noktah

Aku kira film, ternyata kisahku. Sepanjang nonton film aku cuma berteriak “IYA! IYA! BEGITU, IYA!” setiap Marsha Timothy yang memerankan Mb...