Agustus 07, 2022

Lagu Itu

Edited on Canva

Apakah kamu punya satu lagu yang pernah dikenalkan oleh orang yang kamu suka? Lagu yang kemudian kamu putar berulang dan selalu kamu bicarakan bersama orang itu.

Kamu bilang kamu menyukai lagu itu. Sedangkan kamu tidak tahu pasti apakah kamu benar-benar suka dengan lagu itu, atau karena orang itu yang mengenalkan lagu itu kepadamu.

Lalu tiba-tiba orang itu pergi dan kamu terluka.

Akhirnya kamu membenci lagu itu. Kamu benci penyanyinya. Kamu benci musisinya, pencipta lagunya, dan bahkan seluruh karya-karya lagu lainnya. 

Kamu benci orang itu. Dan kamu benci semua hal yang mengingatkanmu tentang orang itu. 

*

Kemudian, bertahun-tahun setelah itu, setelah kamu tidak tahu lagi bagaimana kabar orang itu, di manakah dia sekarang, apakah nomor ponselnya masih yang dulu atau sudah berganti, kamu tahu-tahu tanpa sengaja mendengar lagu itu. Entah saat kamu sedang di kafe, di supermarket, atau saat di kereta, bahkan mungkin kamu dengar lewat daftar lagu acak di akun Spotify milikmu.

Kamu menghentikan kegiatanmu saat itu, karena kamu pasti masih ingat betul siapa yang membawa lagu itu kepadamu.

Tapi kamu tanpa sadar bersenandung, bahkan lirih-lirih menyanyikan liriknya yang menandakan bahwa kamu masih ingat lagu itu. Kamu menikmatinya.

Kamu menyukainya.

Kamu suka bagian reff-nya. Kamu suka instrumen musik yang mengisi bagian tengah lagu itu. Kamu suka nada-nada minor yang diselipkan di ujung-ujung chorus lagu itu.

Kamu senyum.

Kamu masih menyukai lagu itu.

Kebetulan saja lagu itu pertama kali sampai di telingamu melalui seseorang yang akhirnya justru membuatmu terluka.

*

Detik itu kamu menyadari bahwa lagu itu dan orang itu berada dalam koridor kenangan yang berbeda.

Kamu benar-benar menyukai lagu itu karena lagu itu sesuai dengan selera musikmu. Dan kamu tidak lagi peduli apakah orang itu sudah punya penyanyi favorit baru, lagu favorit baru, bahkan mungkin dia sudah punya orang baru yang akan ia kenalkan lagu-lagu kesayangannya.

Sekarang kamu tahu betul bahwa kamu memang menyukai lagu itu. Kamu memasukkannya ke dalam playlist lagu favoritmu, dan menyadari jika lagu itu pernah membuatmu bahagia. Orang itu saja yang membuatmu terluka, bukan lagunya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Noktah

Aku kira film, ternyata kisahku. Sepanjang nonton film aku cuma berteriak “IYA! IYA! BEGITU, IYA!” setiap Marsha Timothy yang memerankan Mb...